Kardinal: Serangan ke Gereja Jangan Dibesar-besarkan

Kardinal: Serangan ke Gereja Jangan Dibesar-besarkan

- detikNews
Rabu, 08 Des 2010 16:35 WIB
Kardinal: Serangan ke Gereja Jangan Dibesar-besarkan
Solo - Kardinal Julius Darmaatmadja mengimbau tindak kekerasan dan upaya teror yang ditujukan ke tempat peribadatan akhir-akhir ini jangan dibesar-besarkan. Dia juga menghimbau, pihak yang merasa ada persoalan dengan pihak gereja agar menghindari jalan kekerasan.

"Peristiwa-peristiwa ini jangan dibesar-besarkan. Lagi pula tidak ada korban jiwa. Masih banyak persoalan bangsa yang masih harus mendapatkan perhatian, terutama persoalan kemiskinan" ujar Kardinal kepada wartawan saat menghadiri peresmian gedung baru RS Brayat Minulya, Solo, Rabu (08/12/2010).

Dalam sebulan terakhir, di beberapa tempat memang terjadi upaya teror dan kekerasan di berbagai gereja. Diantaranya di Klaten, Sukoharjo dan terakhir di Solo. Di Sukoharjo terjadi ledakan molotov di sebuah gereja katolik, sedangkan di Solo terjadi penembakan di sebuah gereja protestan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Siapapun pasti sangat menyayangkan peristiwa-peristiwa itu karena berpotensi memecah belah kerukunan umat beragama. Tapi saya memilih memaafkan pelaku penembakan serta peledakan itu. Yang sudah meledak, biarlah meledak," ujarnya.

Lebih lanjut dia berharap siapapun yang memiliki persoalan dengan pengurus gereja, agar menghindari mengekspresikannya dengan jalan kekerasan. Kardinal berharap orang yang merasa bermasalah itu menyelesaikannya dengan komunikasi yang baik, misalnya dengan cara dialog ataupun berkirim surat.

(mbr/fay)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads