"Kelihatannya ingin menguasai anak, karena tidak minta imbalan. Bisa saja dia sindikat perdagangan anak," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Boy Rafli Amar kepada wartawan di kantornya, Rabu (8/12/2010).
Boy menyampaikan, pihaknya menerima SMS yang dikirim sejumlah orang untuk meminta tebusan. Namun, setelah ditelusuri, pengirim SMS tersebut hanya memanfaatkan situasi saja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepolisian sudah melakukan berbagai upaya untuk menelusuri keberadaan Ijan. Polisi bahkan sudah menyebar sketsa wajah pelaku dan foto Ijan di setiap sudut kota.
Namun, sejauh ini, polisi belum menerima informasi terkait keberadaan keduanya. "Petugas berusaha menunggu input balik dari laporan masyarakat," ujarnya.
Boy mengaku, kepolisian tidak hanya menunggu laporan masyarakat. Upaya konkret kepolisian adalah dengan melakukan pencarian ke tempat-tempat yang ditengarai sebagai perkumpulan gelandangan dan anak jalanan.
"Itu tentu dilakukan, sebagai bagian dari upaya penyidikan," tutupnya.
Ijan diculik pada 26 November lalu di halaman rumahnya saat bermain. Ijan merupakan anak pertama dari pasangan Andjar dan Nurhayati. Pelaku adalah seorang pria berusia sekitar 40 tahun dengan ciri-ciri kulit sawo matang, rambut ikal pendek dengan belahan ke kanan, ada tanda bekas jerawat di kedua pipinya. Masyarakat yang mengetahui pria
dengan ciri-ciri tersebut diharap melapor ke kantor polisi terdekat.
(mei/nwk)











































