Mahasiswa Makassar Masih Blokir Jalanan, Polisi Diusir
Minggu, 02 Mei 2004 17:12 WIB
Makassar - Hingga Minggu (2/5/2004) pukul 17.12 WIB, ratusan mahasiswa Makassar masih melakukan penutupan jalan sebagai bentuk solidaritas aksi penyerbuan polisi ke kampus UMI. Para mahasiswa sendiri alergi polisi. Jika ada polisi, diusir. Polisi pun takut mendekat.Sebagai buntut penutupan Jl.Urip Sumoharjo oleh mahasiswa UMI, sejumlah jalan alternatif mengalami kemacetan. Misalnya saja Jl.Abdullah Daeng Sirua, Jl.Perintis Kemerdekaan, dan Jl.Racing Center, macet total. Demikian dilaporkan Gunawan Mashar dari detikcom.Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Makassar dan IAIN juga masih menutup Jl.Sultan Alauddin. Jalan alternatif pun jadi macet juga, misalnya Jl.Tala Salapang dan Jl.Kiai Yusuf.Aksi penutupan mahasiswa ini sempat juga melahirkan ketegangan. Namun untung tidak berlanjut. Misalnya saja, ketika 3 Polantas berusaha melancarkan arus lalu lintas di kawasan kampus Universitas Muhammadiyah Makassar, para mahasiswa memaki-maki 3 Polantas itu. Mahasiswa juga melempari polisi lalu lintas dengan bebatuan atau botol air mineral.Polisi akhirnya terusir. Pada umumnya polisi tidak berani mendekati kampus-kampus. Mereka lebih suka berjaga di perempatan jalan yang jauh dari kampus.Ketegangan lainnya, saat superter tim sepakbola PSM hendak berangkat ke stadion karena tim idolanya hendak bertanding dengan Semen Padang. Ketika suporter hendak lewat Jl.Urip Sumoharjo, mahasiswa menghadangnya. Tapi tidak meletup kekerasan. Sementara itu, sejumlah selongsong peluru ditemukan di kampus UMI.
(nrl/)











































