Datangi Ketua PD DIY, Seniman Tradisi Dukung Penetapan Gubernur

Kisruh RUUK DIY

Datangi Ketua PD DIY, Seniman Tradisi Dukung Penetapan Gubernur

- detikNews
Rabu, 08 Des 2010 13:40 WIB
Yogyakarta - Puluhan anggota Forum Komunikasi Seniman Tradisi se-DI Yogyakarta mendatangi kediaman Ketua Partai Demokrat (PD) DI Yogyakarta. Mereka meminta Ketua PD DIY, GBPH Prabukusumo untuk mendukung penetapan gubernur dan wakil gubernur.

Para seniman tradisi yang merupakan wakil dari Kabupaten Sleman, Bantul, Kulonprogo, Gunungkidul dan Kota Yogyakarta itu dipimpin sekjen, Bondan Nusantoro. Mereka sengaja memilih bertemu Prabukusumo di rumahnya di kawasan Alun Alun Selatan Keraton Yogyakarta.

Saat rombongan tiba, tuan rumah Prabukusumo langsung mempersilakan mereka duduk di kursi ruang tamu yang telah dipersiapkan. Prabu pun kemudian mempersilakan Bondan Nusantoro untuk menyampaikannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Monggo pakai bahasa Indonesia. Nggak perlu pakai bahasa Jawa," ungkap Prabu.

Dalam pertemuan terbuka itu lima orang wakil seniman secara bergantian menyampaikan pendapatnya.Β  Semuanya mendukung penetapan Sultan Hamengku Buwono X dan Paku Alam IX sebagai gubernur dan wakil gubernur DIY. Mereka juga menyatakan menolak adanya pemilukada di DIY. Karena setiap pemilukada justru menimbulkan keresahan dan konflik di masyarakat.

"Lebih baik dan lebih penting, Pak SBY itu memikirkan yang lain. Nggak perlu ngurusi soal Yogya. Apa hanya gara-gara persaingan Pak SBY di Demokrat dan Ngarso Dalem di Nasdem itu," ungkap Wisben Antoro salah seorang seniman lawak.

Hal senada juga dikatakan M Sugiarto bahwa pihaknya mempertanyakan model demokrasi yang diinginkan pemerintah pusat. Yogyakarta sudah melakukan demokrasi yang sebenarnya dan pemerintahan di Yogya sudah berjalan dengan baik. Hal itu ditunjukkan dengan adanya model pemerintahan desa dan kampung yang pernah dibuat oleh alm Sri Sultan Hamengku Buwono IX.

Sugiarto juga mempertanyakan soal hasil survei sebesar 71 persen warga Yogya setuju pemilihan. Menurutnya demokrasi itu tidak semuanya harus seragam. Namun demokrasi juga harus mengakui adanya keberagaman.

"Kami ingin penetapan karena itu sudah jadi kehendak rakyat. Bila berubah justru akan goyah. Kami tidak ingin Yogyakarta yang sudah tenteram ini jadi terusik dan orang merasa tidak aman. Pemilihan langsung itu bisa menimbulkan perpecahan dan juga boros anggaran," ungkap Sugiarto.

Menanggapi hal tersebut, Prabukusumo menyatakan pihaknya mendukung penetapan gubernur untuk RUUK DIY. Dia mendukung penetapan karena tidak ingin perjuangan serta harkat dan martabat orangtuanya yakni (alm) Sri Sultan Hamengku Buwono IX diinjak-injak dan diabaikan.

"Ngarso Dalem kaping IX itu sudah banyak berkorban harta benda saat itu. Dulu berkuasa penuh tapi kemudian rela untuk bergabung dengan NKRI. Itu yang saya perjuangkan," ungkap Prabukusumo sambil menahan tangis.

(bgs/fay)


Berita Terkait