"Sudah selesai, tapi sambil nunggu ketok palu, bisa aja ada evaluasi lagi," kata anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Ahmad Mubarok, saat berbincang dengan detikcom, Selasa (7/12/2010) malam.
Menurut Mubarok, evaluasi sudah digelar sejak beberapa minggu terakhir. Saat ini, presiden tinggal memutuskan apakah perlu atau tidak melakukan pergantian menteri
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat didesak lebih jauh, Mubarok enggan membeberkan apa saja hasil evaluasi terhadap kinerja kabinet. Dia hanya memberi gambaran, ada kementerian yang tampil mengecewakan, namun ada juga yang baik.
"Sebagian ada yang bisa dimaklumi. Sebagian besar lagi, belum bisa dipakai," jelasnya.
Siapakah menteri yang bakal diganti? Mubarok tidak mau berspekulasi. Termasuk saat didesak soal kabar pengumuman reshuffle yang akan digelar di kegiatan Bali Democracy Forum 9-10 Desember mendatang.
"Itu gosip. Hanya Pak SBY dan Tuhan yang tahu kapan diumumkan," tutupnya.
Isu reshuffle sudah mencuat sejak setahun pemerintahan SBY pada Oktober lalu. Beberapa nama menteri bahkan sudah sempat muncul untuk diganti, namun tidak ada yang pasti.
Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum sebelumnya juga sempat mengatakan, Presiden SBY terus melakukan evaluasi terhadap kinerja para menteri. Tapi khusus untuk reshuflle, hal itu hak prerogatif Presiden SBY.
(mad/fjr)











































