"Pemerintah sampai saat ini belum tahu betul isi situs WikiLeaks tersebut, bahkan belum bisa mengaksesnya," kata Juru Bicara Kepresidenan Bidang Hubungan Luar Negeri Teuku Faizasyah di Istana Kepresidenan Tampaksiring, Bali, Selasa (7/12/2010) malam.
Menurut Faizasyah,Β Menko Polhukam Djoko Suyanto sudah menginstruksikan Menkominfo Tifatul Sembiring dan Menlu Marty Natalegawa untuk memantau isi situs tersebut. Namun sampai saat ini, situs tersebut belum bisa diakses.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan Jubir Kemenlu ini pun mengaku belum tahu bagaimana Julian Assange memperoleh berbagai dokumen yang sebagian besar menyangkut kebijakan diplomatik Amerika Serikat tersebut.
"Tanyakan saja sama pakar telematika, saya tidak begitu paham," katanya.
Faizasyah menambahkan, justru yang paling aktif merespons bocornya data-data oleh WikiLeaks adalah Amerika. Sebab, itu adalah dokumen milik negeri Paman Sam.
"Yang paling aktif bersikap saat ini sebetulnya baru Amerika Serikat," jelasnya. (anw/mad)











































