Salah seorang warga, Edi Sanusi, mengatakan, air memasuki kawasan permukiman warga, Selasa dinihari sekitar pukul 01.00 WIB. Ketinggian air di dalam rumah sempat mencapai pinggang orang dewasa. Akibatnya, warga terpaksa memindahkan barang-barang dan perabotan ke lokasi yang lebih tinggi.
"Semua warga yang terkena banjir terkejut karena air tiba-tiba datang saat warga masih tertidur. Sebagian sempat menyelamatkan barang, sebagian lagi ditinggal begitu saja. Pagi hari baru diselamatkan," kata Edi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagian warga mulai membersihkan rumahnya pada Selasa siang namun sebagian lagi masih bertahan di lokasi pengungsian dan masih enggan kembali ke rumah akibat khawatir akan banjir susulan. Terutama keluarga yang memiliki balita.
Warga lainnya, Misnah, mengaku akan tetap di lokasi pengungsian karena memiliki bayi berusia 2 tahun. "Untuk sementara lebih aman di pengungsian. Suhu rumah yang masih terendam banjir tidak sehat untuk bayi," kata Misnah.
Selain membawa bayinya, Misnah juga sempat menyelamatkan sejumlah pakaian dan buku anak pertamanya yang kini sedang duduk di kelas 1 Sekolah Dasar (SD).
(rul/gah)











































