Ajak Anak Gaul Perangi Korupsi, ICW Gelar Konser di Mal

Ajak Anak Gaul Perangi Korupsi, ICW Gelar Konser di Mal

- detikNews
Selasa, 07 Des 2010 14:51 WIB
Depok - Upaya perang melawan korupsi harus melibatkan semua pihak. Tidak terkecuali anak muda. Mereka mesti disadarkan akan pentingnya upaya pemberantasan korupsi.

Indonesia Corruption Watch (ICW) pun menggelar acara konser 'GIPSI' atau Generasi antikorupsi di Mal Margo City, Jl Margonda Raya, Depok, Jawa Barat, Selasa (7/12/2010).

"Kami ingin memperingati hari antikorupsi 9 Desember dengan mengajak anak muda untuk melawan korupsi," kata Wakil Koordinator ICW Emerson Yuntho saat ditemui di sela-sela acara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Emerson selama ini upaya perlawanan korupsi selalu lekat dengan oleh NGO atau tokoh masyarakat. Kini ICW mencoba menumbuhkan semangat perlawanan korupsi kepada anak muda.

"Jadi kami berharap nantinya tumbuh semangat kalau nggak antikorupsi nggak eksis di dalam diri anak muda," terang Emerson.

Acara konser musik ini pun tampak dinikmati pengunjung mal. Mereka berkumpul di depan panggung menyimak sambil lesehan.

Artis yang tampil dalam konser ini antara lain Efek Rumah Kaca, Edo Kondologit, dan Okky Lukman. Sejumlah tokoh juga hadir antara lain Bambang Widjojanto dan Teten Masduki.

ICW dalam kesempatan ini juga melakukan pengumpulan dana bagi upaya perang terhadap korupsi. Pengumpulan dana sudah dilakukan sejak beberapa bulan lalu dengan membuka gerai di mal.

"Kami ingin mendapatkan donatur independen dari publik," tambah Emerson.

Dalam kesempatan ini ICW juga memberikan penghargaan kepada sejumlah pihak yang berani melawan korupsi yakni Prio Budi Utomo seorang guru yang diblacklist dari sekolahnya karena mempertanyakan kasus korupsi. Dr Okky Sofyan, orang tua murid yang mempertanyakan dan BOS kemudian diusulkan untuk dicoret dari daftar kependudukan Jakarta, Isneti guru yang digeser menjadi staf perpustakaan karena mempertanyakan kasus korupsi, dan Handaru orang tua murid yang didiskriminasikan dari pihak sekolah karena mempertanyakan dana BOS.

(gah/gah)


Berita Terkait