Molotov Ditemukan di Samping Dua Mapolsek di Sukoharjo

Molotov Ditemukan di Samping Dua Mapolsek di Sukoharjo

- detikNews
Selasa, 07 Des 2010 13:36 WIB
Sukoharjo - Dua rangkaian bom molotov ditemukan di samping dua mapolsek di Sukoharjo dan Solo. Satu rangkaian ditemukan setelah meledak dan menggosongkan dinding depan sebuah bangunan gereja yang berada di belakang Mapolsek. Satu lainnya yang ditemukan di pagar sebuah Mapolsek di Solo belum sempat meledak.

Rangkaian molotov pertama meledak di halaman Gereja Katolik 'Kristus Raja' yang berada di Desa Blimbing, Gatak, Sukoharjo. Lokasi gereja tersebut berada persis di belakang Mapolsek Gatak.

Menurut keterangan saksi, rangkaian itu meledak tidak begitu keras sebanyak dua kali pada Selasa (7/12/2010) pukul 05.45 WIB. Selanjutnya letupan dari ledakan itu membakar tembok halaman gereja. Bidang yang terbakar tidak seberapa luas, hanya kelihatan seperti terkena jelaga. Namun beberapa pot bunga di sekitar lokasi ledakan terlihat pecah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rangkaian berupa kaleng biskuit diikatkan dengan beberapa botol air mineral yang telah diisi cairan agak kekuningan. Di dalamnya juga terdapat paku, rangkaian kabel serta baterei dan sebuah perangkat jam. Rangkaian tersebut selanjutnya diamankan oleh Tim Gegana Polda Jateng yang langsung datang ke Lokasi. Lokasi sekitar ledakan juga kemudian diberi garis polisi.

Rangkaian kedua ditemukan oleh seorang tukang sampah yang sedang melintas di di samping Mapolsek Pasarkliwon, Solo, Selasa sekitar pukul 08.30 WIB. Lokasi penemuan berada di pagar barat Mapolsek Pasarkliwon. Begitu melihat benda mencurigakan tersebut, dia kemudian melaporkan ke petugas jaga di dalam mapolsek.

Wakapolda Jateng, Brigjen (Pol), Sabar Rahardjo, yang langsung datang di kedua lokasi penemuan rangkaian molotov itu, mengatakan bahwa pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Meskipun enggan memberikan keterangan lebih lanjut, namun Sabar membenarkan kedua rangkaian yang diketemukan di dekat dua mapolsek memiliki kemiripan.

(mbr/gah)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads