Upacara kirab pusaka dilepas langsung oleh pemangku Istana Mangkunegaran, KGPAA Mangkunegor IX, di pringgitan istana. Rombongan berangkat melakukan kirab Senin malam sekitar pukul 19.30 WIB. Selanjutnya mereka mengelilingi tembok istana membawa pusaka dengan berjalan searah jarum jam.
Ada lima buah pusaka yang dikirabkan, empat diantara berupa pusaka jenis tombak dan satu pusaka lainnya tidak kelihatan bentuknya karena ditempatkan dan disusung di atas joli atau tandu tertutup. Setelah mengelilingi tembok istana sekali putaran, rombongan abdi dalem peserta kirab kembali memasuki istana untuk mengembalikan pusaka ke dalam istana.
Meskipun Kota Solo dan sekitarnya diguyur hujan sejak siang, namun ribuan warga tetap datang untuk menyaksikan dan terlibat dalam acara tradisi tersebut. Bahkan pada saat pelaksanaan kirab, banyak warga menunggu kirab melewatinya, meskipun gerimis mengguyur mereka.
Bahkan sesaat setelah rombongan kirab berangkat, ratusan orang terlihat berebut air untuk membasuh muka dengan air yang ditampung di dalam drum. Mereka meyakini air yang telah didoakan itu memiliki tuah tersebut. Tak sedikit pula yang menyimpannya di dalam botol untuk dibawa pulang.
Sementara itu, Kraton Kasunanan Surakarta baru akan melaksanakan ritual kirab pusaka pada Selasa (7/12) malam. Seperti telah diberitakan sebelumnya, Kraton Surakarta menetapkan 1 Suro tahun ini jatuh pada hari Rabu, tanggal 8 Desember 2010. Untuk itu pelaksanaan kirab pusaka malam 1 Suro akan dilaksanakan pada Selasa (7/12) malam.
Dalam penetapan 1 Suro tersebut, pihak kraton menggunakan penanggalan atau kalender internal kraton yang dibuat oleh Sultan Agung Hanyokrokusumo, raja Mataram yang merupakan cikal bakal dinasti Kasunanan Surakarta dan Istana Mangkunegaran di Solo serta Kasultanan Yogyakarta dan Istana Paku Alaman di Yogyakarta.
Setiap malam 1 Suro Kraton Surakarta selalu menggelar rangkaian upacara adat kraton. Salah satu acara yang selalu mendapat perhatian umum adalah kirab pusaka milik kraton yang didahului dengan mengarak kawanan kerbau pusaka milik kraton.
Meskipun Istana Mangkunegaran merupakan salah satu pecahan dinasti Mataram, namun dalam peringatakan 1 Suro atau 1 Muharam, mereka menggunakan dasar kalender yang ditetapkan Pemerintah. "Kami menggunakan penanggalan resmi Pemerintah,β kata Supriyanto, sekretaris panitia kirab pusaka Mangkunegaran.
(mbr/van)











































