"Yang paling banyak pelaku premanisme adalah orang dewasa. Tapi anak-anak juga ada. Dari kejahatan premanisme ada 1170 anak-anak yang diamankan, street crime ada 209 anak-anak. Judi ada 241 anak-anak," ujar Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Iskandar Hasan, di kantornya, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (6/12/2010).
Iskandar merinci hasil operasi pekat yang dilakukan oleh seluruh Polda tersebut dimana keseluruhan kasus yang menjadi target operasi mencapai 660 kasus sedangkan yang bukan target operasi mencapai 3542 kasus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari 906 orang tidak semua ditahan, yang ditahan 537 orang. Sedangkan untuk
yang non-target operasi 2396 orang yang ditahan," sebut Iskandar.
Iskandar menambahkan, selain anak-anak dalam operasi tersebut juga terjaring perempuan yakni 1059 orang terlibat premanisme, judi 161 orang, dan kejahatan jalanan 337 orang.
Iskandar melanjutkan, dari hasil operasi tersebut total barang bukti yang diamankan yaitu uang tunai Rp 1.022.093.900, senjata api 18 pucuk, senjata tajam 257 pucuk, dan 454 kendaraan motor.
Iskandar mengklaim operasi ini telah berhasil menurunkan angka kejahatan di Indonesia.
"Pada bula Oktober terjadi 22.330 kejahatan turun menjadi 15.136 kejahatan di bulan November," tambahnya.
(ddt/gun)











































