"Tidak masalah, itu bagian dari kebebasan pers. Gunakan hak jawab, standar saja," kata pengacara Suara Islam, Munarman saat dihubungi detikcom, Senin (6/12/2010).
Suara Islam akan menunggu mediasi dari Dewan Pers. Namun Munarman mengaku menyimpan rasa khawatir akan keobjektifan Dewan Pers.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait pemberitaan Syafii Maarif menerima apartemen senilai Rp 2 miliar, Munarman yakin kalau redaksi Suara Islam sudah melakukan langkah yang benar. "Itu banyak sumbernya, pasti sudah di-kroscek," tutupnya.
Rencananya, Buya Syafii akan menggelar jumpa pers mengenai hal ini pada Rabu (8/12/2010). Menurut Fajar Riza Ul Haq, Direktur Maarif Institute, Buya akan melaporkan tabloid Suara Islam ke Dewan Pers. Buya meminta pihak Suara Islam meminta maaf dan mengklarifikasi berita tersebut.
Menurut Fajar, tudingan di Suara Islam itu fitnah dan mencemarkan nama baik Buya. Tudingan itu juga tidak masuk akal. "Ini fitnah. Apalagi selama ini, Buya sangat kritis terhadap penanganan lumpur Lapindo. Di mata Buya, lumpur Lapindo adalah human error, bukan bencana alam," kata Fajar.
Pihak Bakrie, yakni Wasekjen Partai Golkar Lalu Mara juga saat dihubungi telepon selulernya tidak memberikan respons. Rizal Mallarangeng juga tidak bisa dihubungi.
(ndr/asy)










































