Dalam pernyataannya, Gedung Putih menyebutkan, Obama menelepon Jintao pada Minggu, 5 Desember malam waktu setempat.
"Presiden menekankan perlunya bagi Korut untuk menghentikan perilaku provokatifnya dan memenuhi kewajiban internasionalnya, termasuk komitmennya dalam Deklarasi Bersama Enam Pihak 2005," demikian pernyataan Gedung Putih seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (6/12/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pembicaraan telepon itu dilakukan Obama menjelang pertemuan tingkat tinggi pada hari ini antara AS, Korsel dan Jepang yang digelar di Washington, AS. Pertemuan itu dimaksudkan untuk membahas strategi dalam menghadapi Korut.
Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton akan menjadi tuan rumah pembicaraan ketiga negara tersebut. Pertemuan itu digelar menyusul serangan artileri Korut ke wilayah Korsel pada 23 November lalu.
Serangan yang menewaskan dua warga sipil dan dua marinir Korsel itu kemudian mendorong latihan perang bersama antara AS dan Korsel di Laut Kuning.
(ita/fay)











































