Usai tinggal sepah, Haryatin pun dikembalikan ke Indonesia dengan dititipkan ke orang lain pada Agustus 2010. "Mata saya buta akibat setiap hari dipukul kepala saya," kata Haryatin kepada wartawan usai mengadu ke Kemlu di Jalan Pejambon Raya, Senin, (6/12/2010).
Haryatin mengadu ke Kemlu diterima bagian pengaduan Diten Perlindungan WNI. Menggunakan baju kemeja warna cream, dia dituntun suaminya. Dengan menahan tangis, dia menceritakan semuanya dengan terus menahan tangis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Upaya melarikan diri pernah dilakukan yaitu dengan kabur lewat penampungan air di belakang rumah lantai 2. Namun Haryatin terjatuh di kebun tetangga dan pingsan hingga tak bisa berjalan selama 3 hari. Selama itu tidak diberi makan disertai siksaan.
"Puncaknya ketika majikan meminta saya mengambil blender tapi malah menampar mata saya dan membenturkan kepala ke tembok sampai mata saya tidak bisa melihat lagi," cerita Haryatin menahan tangis.
Hingga akhirnya, usai Haryatin tidak produktif bekerja lagi dia dipulangkan dengan dititipkan ke TKI yang hendak pulang ke Indonesia. Untuk sampai Blitar, dia terbang lewat Riyadh- Hongkong- Surabaya . Dilanjutkan perjalanan darat menuju Blitar. "Gaji saya dibayar, tapi untuk berobat mata mana cukup," tutur istri dari Samsul Huda ini. (asp/nwk)










































