Demikian dilaporkan organisasi International Middle East Media Center (IMEMC) seperti dilansir media Iran, Press TV, Senin (6/12/2010).
Menurut IMEMC, di antara mereka yang diculik tersebut termasuk seorang perempuan berumur 55 tahun, Shaheera Borqan. Dia diculik dari Kota al-Khalil (Hebron) di sebelah selatan wilayah Tepi Barat. Menurut IMEMC, militer Israel menculik perempuan itu untuk menekan dua putranya yang ditahan militer Israel. IMEMC menyebut tindakan seperti itu ilegal.
Secara keseluruhan hingga saat ini, menurut IMEMC, ada sekitar 9 ribu warga Palestina yang berada dalam tahanan Israel. Keluarga-keluarga mereka telah sejak lama mendesak organisasi-organisasi HAM untuk melakukan intervensi guna membebaskan para tahanan itu.
Banyak dari mereka yang ditahan tanpa dakwaan dan persidangan. Kabarnya ada ratusan anak-anak dan wanita di antara ribuan warga Palestina yang ditahan tersebut. Setidaknya 27 tahanan telah diculik dan dipenjara lebih dari 25 tahun silam.
Menurut IMEMC, keluarga sejumlah tahanan juga telah menjadi korban serangan militer Israel. Serangan itu melukai istri seorang tahanan dan ibu dari tahanan lainnya.
(ita/nrl)











































