Fadel Bermimpi Indonesia Jadi Produsen Udang Terbesar di Dunia

Fadel Bermimpi Indonesia Jadi Produsen Udang Terbesar di Dunia

- detikNews
Senin, 06 Des 2010 11:26 WIB
Fadel Bermimpi Indonesia Jadi Produsen Udang Terbesar di Dunia
Denpasar - Budidaya udang di Indonesia dari tahun ke tahun terus meningkat. Udang merupakan salah satu usaha perikanan yang diandalkan dan dapat memberikan kontribusi dalam mewujudkan pilar pembangunan ekonomi nasional.

"Udang sampai saat ini masih menjadi komoditas andalan ekspor penghasil devisa, selain rumput laut dan ikan tuna," kata Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad dalam sambutannya di acara Peresmian Balai Produksi Induk Udang Unggul dan Kekerangan di Kabupaten Karangasem, Bali, Senin (6/12/2010).

Hadir dalam acara ini Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Ibu Ani Yudhoyono, Mensesneg Sudi Silalahi, Menteri PDT Helmi Faishal Zaini, Bupati Karangasem Wayan Geredeg, Gubernur Bali I Made Mangku Pastika serta tamu undangan lainnya.

Menurut Fadel, pada akhir tahun 2009, ekspor udang mencapai 240.250 ton atau 27,29 persen dari total ekspor perikanan yang mencapai 881.413 ton. Nilai ekspor udang ini mencapai USD 1,576 miliar atau 63,3 persen dari total nilai ekspor perikanan sebesar USD 2,466 miliar.

Fadel menjelaskan, pada periode 2010-2014 produksi udang diharapkan dapat meningkat sebesar 74,75 persen yaitu 400 ribu ton menjadi 699 ribu ton dengan proporsi 500 ribu ton udang vaname dan 199 ribu ton udang windu.

Usaha peningkatan produksi udang vaname ini, menurut Fadel, sangat terkendala oleh tersedianya induk yang sampai tahun 2009 masih sebagian impor dari Hawaii dan Florida. Adapun jumlah impor induk per tahun berkisar antara 130-150 ribu ekor. Sedangkan untuk mencapai produksi 340 ribu ton pada tahun 2011 dibutuhkan induk sebesar 680 ribu ekor.

Untuk perbaikan mutu genetik udang vename, sejak 2004 Balai Budidaya Air Payau Situbondo dan Universitas Brawijaya Malang telah melakukan kerjasama. Hasilnya, telah lahir induk unggul yang diberi nama udang Vename Nusantara 1.

Keberadaan balai ini dapat mengantisipasi adanya peningkatan kebutuhan induk unggul dan meminimalisir impor induk udang. Sebagai gambaran harga induk udang vename impor saat ini berkisar USD 35/ekor dan kebutuhan impor induk pada tahun ini mencapai 350 ribu ekor. Penghematan akan cukup besar sekitar Rp 100 miliar per tahun mengingat harga induk udang produksi balai ini kurang dari Rp 25.000/ekor.

Saat ini kapasitas produksi induk udang unggul di balai ini mencapai 500 ribu ekor induk unggul per tahun dan akan menjadi pusat penghasil induk udang terbesar di dunia.

"Saya sangat yakin bahwa mimpi saya untuk menjadi negara produsen udang terbesar di dunia akan menjadi kenyataan," kata Fadel optimistis.

Acara yang berlangsung mulai pukul 11.00 WITA tersebut hingga saat ini masih berlangsung.

(anw/aan)


Berita Terkait