Sejumlah negara memang telah mengeluarkan perintah untuk bisa menangkap Assange. Bahkan Assange sudah terancam dibunuh terkait aktivitas situsnya yang membocorkan dokumen-dokumen rahasia AS.
Seperti yang dilakukan oleh Swedia, negara ini sudah mengirimkan surat pada kepolisian Inggris agar bisa diizinkan untuk menginterogasi Assange. Mereka berusaha dengan cara apa pun agar bisa menangkap pria asal Australia itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti dilansir dari situs guardian.co.uk, Senin (6/12/2010), dalam seminggu terakhir, Robinson dan Stephens mengaku terus diawasi. Bahkan meski mereka sedang berada di rumah pribadinya.
"Saya melihat orang-orang yang secara terus-menerus mengawasi saya dari dalam mobilnya sambil membaca koran," kata Robinson.
Stephens juga mengalami hal yang serupa. Menurut Stephens, pihak yang mengawasi dia adalah petugas keamanan. Mereka berdua menilai, tindakan seperti ini adalah bentuk tekanan dari Washington.
Wikileaks pada tahun 2009 lalu pernah membocorkan makalah internal milik Kongres AS. Sejumlah makalah pun bertemakan Indonesia, yang dibuat oleh lembaga think-thank milik kongres. Tujuannya untuk membantu Kongres mengambil kebijakan luar negeri.
Namun dokumen ini berbeda jauh dengan apa yang akan dibocorkan Wikileaks saat ini. Target mereka bukan kongres AS, tapi Kemlu AS dan kedubes mereka di dunia. Yang dibocorkan pun bukan makalah berlembar-lembar, melainkan telegram-telegram singkat dan berstatus rahasia dari para diplomat. Oleh karena itu, wikileaks menyebutnya cablegate alias skandal telegram atau kawat.
Kawat diplomatik apa yang akan dibocorkan dari Jakarta? Kita tunggu saja. Yang jelas baru satu telegram rahasia terkait indonesia yang sudah terungkap, bahwa para diplomat RI di PBB sudah dimata-matai AS atas perintah Menlu Hillary Clinton. (mok/her)











































