Depo pasir yang terhantam lahar dingin merupakan milik Bontas yang menyewa pekarangan milik Herman, warga Dusun Gempol, Gulun, Kecamatan Salam, Magelang.
"Sekitar pukul 12.00 WIB warga mendengar gemuruh banjir lahar dingin yang kemudian menghantam bagian belakang pekarangan milik Herman," tutur Mustofa warga Desa Jumoyo, Kecamatan Salam yang ikut menyaksikan kejadian tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibatnya ratusan petugas polisi menutup jalur yang menyebabkan kemacetan hingga 15 km ke arah kota Semarang dan 7 km ke arah Yogyakarta. Pemerintah Kabupaten Magelang juga menurunkan 2 alat berat untuk mengeruk material banjir lahar dingin yang berupa pasir dan bebatuan di jalan Yogya-Magelang km 23.
Menurut pantauan detikcom, arus banjir lahar dingin masih deras walau cuaca di sekitar Kali Putih sudah tidak hujan lagi. Sementara itu, ribuan warga masih berdatangan untuk melihat luapan tersebut.
Tak hanya terjadi di Kali Putih, lahar dingin erupsi Merapi juga menyambangi Kali Lamat dan Kali Kenowo yang berada di sepanjang Kecamatan Magelang. Banjir lahar dingin di Kali Lamat menjebolkan 2 dam yang berada di dusun Dukoh dan Dusun Joho. Akibatnya, sawah seluas kurang lebih 140 meter persegi mengalami kerusakan.
Ratusan penduduk yang berada di bantaran Kali Lamat panik kemudian meninggalkan rumah masing-masing. Meski begitu warga bantaran yang berasal dari Desa Sempon, Desa Cilosari, Desa Pethung, Desa Bendungan dan Desa Kali Bening itu belum akan mengungsi.
Selain mengalihkan jalur, polisi juga memberlakukan sistem buka tutup untuk mengatasi kemacetan yang terjadi.
"Jalur dari arah Semarang dialihkan menuju jalan alternatif ke Kecamatan Luar, Gunung Pring Muntilan, Desa Sirahan, Desa Gulon dan ke arah jembatan Krakitan," kata Kasatlantas Polres Magelang AKP Widyatmoko kepada detikcom. "Sementara yang dari arah Yogya, tetap melalui jalan Yogya-Magelang," tutupnya.
(feb/nrl)










































