Habibie Bernostalgia tentang Pak Harto dan Gokart

Muktamar ICMI

Habibie Bernostalgia tentang Pak Harto dan Gokart

- detikNews
Minggu, 05 Des 2010 16:41 WIB
Bogor - BJ Habibie merupakan pendiri dan Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI). Habibie bercerita, ada 3 tokoh penting yang mendukung dirinya saat itu di ICMI. Kisah nostalgia ini dibaginya dengan Wapres Boediono dan simpatisan ICMI.

"Ada 3 tokoh penting yang akhirnya menyertai keberadaan saya di ICMI ini. Yang pertama adalah Pak Harto (almarhum mantan Presiden Soeharto). Beliau meyakinkan pada saya untuk menerima permintaan dari 49 ilmuwan untuk memimpin ICMI ini. Lalu saya tanya pada Pak Harto 'Kenapa saya Pak?'. Kata Pak Harto saya orang yang paling unggul. Dan saya sosok yang bisa mengorganisir bangsa, dengan keseimbangan yang saya miliki yaitu Iptek dan Imtaq," kata mantan Ketua ICMI dan mantan Presiden BJ Habibie.

Hal itu disampaikan dia pada acara pembukaan muktamar ICMI V di Istana Bogor, Jawa Barat, Minggu (5/12/2010). Muktamar untuk memilih pemimpin ICMI periode mendatang ini dibuka oleh Wapres Boediono.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia pun mengingat pada tanggal 28 Januari 1974 diundang ke rumah Soeharto di Jalan Cendana, Menteng, Jakarta Pusat. Saat itu, Habibie masih berusia 37 tahun.

"Bahkan di usia itu saya dulu mengira Golkar itu sama dengan Gokart," celetuk Habibie yang disambut tawa para peserta.

"Yah bagaimana wong saat itu saya belum tahu mengenai politik. Tapi saya tidak bayangkan juga ternyata saya salah satu bagian dari Golkar. Dan di situ juga Pak Harto selalu menekankan pada saya, bahwa saya harus berada di garis terdepan untuk memimpin ICMI," kenangnya. Habibie sendiri setelah Pak Harto lengser pada Mei 1998, tak pernah bersua dengan seniornya itu.

Tokoh kedua adalah almarhum mantan Presiden Gus Dur. Saat itu Gus Dur yang baru diangkat sebagai presiden mendatanginya.

"Pak Gus Dur mengucapkan terima kasih atas nama keluarganya karena mengizinkan dia menjadi presiden. Kemudian Pak Gus Dur juga berterima kasih pada saya karena saya dianggap membuka pintu demokrasi kebebasan. Dan saya mampu mengangkat umat Islam yang tadinya terpinggir kemudian masuk ke tengah," kata dia.

Terakhir, adalah almarhum mantan Menteri Agama Alamsjah Ratoe Prawiranegara. Alamsjah, imbuh Habibie, pernah berpesan padanya bahwa pada masa itu, umat Islam malu mengakui agamanya.

"Karena dianggap bodoh dan miskin. Bahkan ada yang mengira teroris. Dan dari ketiga tokoh inilah saya akhirnya siap memimpin ICMI dan bangga menamakan diri saya sebagai bagian dari agama Islam," jelas Presiden RI ketiga ini.

(nwk/nrl)


Berita Terkait