"Itu yang saya kira tidak beralasan. Sumiati sangat-sangat normal, sehat.
Bahkan tadi saya bisa bergurau, dia juga bergurau," kata Muhaimin usai menjenguk Sumiati di RS King Fahd, Madinah, Minggu (5/12/2010).
Muhaimin meminta Konjen RI di Jeddah Zakaria Anshar agar lebih proaktif memastikan pengacara yang ditunjuk untuk membela Sumiati benar-benar memberikan pembelaan hukum pada TKW malang tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski menilai tes mental terhadap Sumiati tidak beralasan, Muhaimin belum bisa memutuskan apakah akan menolak permintaan tersebut. Masih akan dilakukan pengkajian bila memang akhirnya dari pihak Arab meminta dilakukannya tes mental atas Sumiati.
"Justru belum tentu kita tolak, ini kan supaya dibuktikan bersama, nyatanya sehat gitu kan. Tapi kita juga belum tentu terima karena khawatir disalahgunakan. Ini akan dikaji pengacara kita," ujar Muhaimin.
Wacana agar dilakukan tes kejiwaan terhadap Sumiati disampaikan oleh pengacara dari Human Rights Commission (HRC) Arab Saudi Sultan bin Zahim. Seperti dilansir Arabnews, Sultan mencurigai Sumiati melukai diri sendiri untuk memeras sang majikan yang baru mendapat warisan banyak setelah menjanda.
Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi Gatot Abdullah Mansyur menyatakan, Sumiati sebelumnya sudah pernah dibawa ke RSJ oleh sang majikan. RSJ tersebut menolak merawat TKW asal Dompu, Mataram, Nusa Tenggara Barat tersebut karena Sumiati normal dan tidak memiliki gangguan kejiwaan. Setelah penolakan RSJ, Sumiati lalu dibawa ke RS King Fahd.
(iy/nrl)











































