29 Imigran Afghanistan Kabur dari Tahanan Imigrasi Pekanbaru

29 Imigran Afghanistan Kabur dari Tahanan Imigrasi Pekanbaru

- detikNews
Minggu, 05 Des 2010 12:08 WIB
Pekanbaru - Untuk keempat kalinya imigran gelap asal Afghanistan  kabur dari tahanan Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Pekanbaru. Kali ini 29 orang kabur dengan cara membuat terowongan di bawah tempat tidur mereka.

Informasi yang dihimpun detikcom, kaburnya tahanan imigran yang mencari suaka politik ini terjadi pada Sabtu (4/12/2010) malam sekitar pukul 22:00 WIB. Mereka bisa lolos lewat sebuah terowongan kecil yang digali di bawah tempat tidur.

 Terowongan ini sengaja dibuat dari ruang tahanan yang digali sampai keluar gedung Rudenim yang berada di belakang Purna MTQ, Pekanbaru.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sampai saat ini pihak Rudenim Pekanbaru belum berhasil menangkap 29 tahanan tersebut.

Kasat Reskrim Polretas Pekanbaru, Kompol Sapta Maulana M, saat dihubungi detikcom, Minggu (5/12/2010) membenarkan terjadinya peristiwa tersebut. Namun sejauh ini pihak Rudenim Pekanbaru belum membuat laporan resmi ke Polresta Pekanbaru.

"Pihak Rudenim belum secara resmi belum membuat laporan atas kaburnya tahanan Afghanistan itu. Walau demikian, tadi malam tim kita sudah meninjau TKP," kata Sapta.

Peristiwa kaburnya tahanan imigran gelap ini, bukan kali pertama terjadi. Tahanan juga pernah kabur pada 28 Juni 2009 sebanyak 37 orang. Selanjutnya,  kabur pada 7 September 2009 sebanyak 11 orang.Tahanan kembali kabur dari Rudenim Pekanbaru pada 25 September 2009 sebanyak 30 orang.

Dari sekian banyak tahanan yang kabur, pihak Rudenim Pekanbaru hanya mampu menangkap dua orang saja. Selebihnya tidak jelas keberadaan imigran gelap itu.

Sementara itu, Kepala Kanwil Hukum dan HAM Riau, Bambang Irawan kepada wartawan, mengatakan akan menindak  petugas jaga bila memang terbukti lalai dalam menjalankan tugas.

"Kasus kaburnya tahanan masih kita selidiki. Kalau memang ada petugas jaga yang lalai, kita akan memberikan sanksi tegas sesuai dengan ketentuan," kata Bambang kepada wartawan di Pekanbaru.

(cha/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini