"Ini wujud kerja sama internasional dalam penanggulangan teroris," ujar Kabid Penum Mabes Polri Kombes Pol Boy Rafli Amar.
Hal tersebut diutarakannya di Terminal 2D kedatangan internasional Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Sabtu (4/12/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fadli akan langsung dibawa ke Mabes Polri untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Bersama Fadli, Boy mengatakan, mungkin juga akan disertakan barang bukti tindak kejahatannya.
"Nanti barang buktinya mungkin juga dibawa berupa 2 pistol," jelasnya.
Sementara itu, pengamanan di bandara tidak begitu ketat. Di sepanjang jalan bandara dan terminal 2D hanya dijaga sekitar 8 aparat kepolisian yang berpakaian dinas maupun tidak.
Fadli akan dijerat atas sejumlah tindakan pidana, antara lain terlibat perencanaan kasus pencurian dengan kekerasan di CIMB Niaga Medan pada 18 Agustus 2010 dan kepemilikan senjata ilegal di Malaysia dan perampokan Lippo Bank Medan tahun 2003.
Fadli juga diketahui baru keluar dari LP Medan Juli 2010 dan ikut rencana beberapa aksi di Medan. "Dia divonis dalam perencanaan perampokan di Bank Bireuen Aceh tahun 2008," kata Humas Polri.
Aksi perampokan bersenjata api di Bank CIMB Niaga, Medan, diduga dilakukan lebih dari 10 orang. Dalam aksinya, kawanan perampok Bank CIMB Niaga sempat dua kali mengeluarkan timah panas. Kedua peluru mengenai seorang petugas satpam bank dan 1 anggota Brimob yang sedang berjaga. Aparat Brimob langsung tewas di tempat. Pelaku berhasil menggondol uang lebih dari Rp 200 juta.
(gah/anw)










































