Turis backpacker dari Asia Tenggara merupakan sasaran utama. Dengan biaya murah, mereka diharapkan mampu menyebarkan dan memberikan infomasi yang benar bahwa Yogyakarta dam sekitarnya sudah aman untuk dikunjungi.
"Mereka ini yang akan kita bidik pertama. Sebab mereka lebih bebas bepergian dan mengunjungi obyek-obyek wisata yang jarang dikunjungi daripada turis yang datang melalui travel agen," kata Agus Supriadi, pemilik portal wisata YogYes.com saat peluncuran online campaign "Discover The Treasures of Java" di UC Resto UGM di
Bulaksumur, Sabtu (4/12/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agus berharap, para backpacer itu dapat menyebarluaskan hasil dari petualangan mereka melalui media jejaring sosial. Foto-foto turis backpacker tidak hanya menjadi dokumentasi sendiri.
"Ini akan lebih menguntungkan karena informasinya cepat tersebar. Beda kalau yang datang turis tua lewat travel agen, mereka banyak yang gaptek dan tidak lama tinggal di Yogyakarta karena akan terus ke Bali," katanya.
Diakui oleh Agus, erupsi Merapi sempat memukul sektor pariwisata di Yogyakarta dan Jawa Tengah. Apalagi jalur penerbangan ke Yogyakarta sempat ditutup selama beberapa minggu.
Di sisi lain, banyak calon wisatawan asing yang tidak mengetahui Yogyakarta dan Pulau Jawa. Padahal Pulau Jawa itu besarnya hampir sama dengan negara Yunani. Yogyakarta adalah bagian kecil dari pulau Jawa dan ada banyak obyek wisata di sana.
"Ketika media asing memuat peristiwa erupsi dengan rumah-rumah tertimbun material dengan judul Yogyakarta, mereka berpikir Yogyakarta tidak aman. Mereka tidak tahu kalau Yogyakarta itu masih jauh sekitar 30 km dari Kinahrejo atau puncak Merapi. Hal seperti ini yang harus kita pulihkan ke depan," kata Agus yang didamping manajer marketing, Indakristi.
Agus menambahkan, adanya timbunan material lava yang memenuhi kawasan Kaliadem dan sekitarnya saat ini juga akan digarap menjadi obyek wisata lava tour yang menarik. Agus pun telah menyiapkan paket wisata tersebut dengan cerita-cerita yang menarik.
Erupsi Merapi, lanjut Agus akan mendatangkan berkah. Abu vulkanik Merapi akan memberikan kesuburan pada lahan sekitar.
"Ini juga berkaitan dengan mitos Dewi Sri sebagai lambang Dewi Kesuburan. Itu bisa terlihat di kawasan Candi Prambanan dan sekitarnya ada banyak lahan pertanian padi yang subur.
(bgs/nik)










































