Data yang dikumpulkan detikcom, Sabtu (4/12/2010), isu pertahanan ditulis dengan kode ASEC. Sementara isu terorisme ditulis dengan kode PTER, dan isu pemilihan umum di Indonesia diberi kode PGOV. Isu-isu tersebut mulai dimunculkan WikiLeaks sejak pemerintahan Soeharto hingga SBY.
Memang beredar di situs jejaring sosial, beberapa isu yang dibocorkan WikiLeaks yang berkaitan tentang Indonesia yakni seputar Pemilu 2004, masalah pelanggaran HAM di Timor Timur dan pelatihan terhadap Kopassus yang dilakukan oleh militer AS. Namun isu-isu tersebut belum bisa diverifikasi kebenarannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun perlu diketahui, data-data yang baru dimunculkan oleh WikiLeaks tentang Indonesia baru berupa kode-kode, belum dijelaskan secara rinci sehingga belum bisa dipastikan isu apa saja yang bocor tersebut.
Satu hal yang sudah terungkap dalam data yang diperoleh detikcom, Jumat (3/12/2010), adalah, Menlu AS Hillary Clinton meminta perwakilan AS untuk memata-matai di Kantor PBB, New York, AS. Dokumen tertanggal Jumat, 31 Juli 2009 dengan kode referensi STATE 048489.
Salah satu perintah Hillary adalah meminta data biografi dan biometrik pada diplomat berbagai negara yang berada di PBB. Hal ini mulai dari Dewan Keamanan sampai wakil tetap untuk PBB.
"Informasi biografi dan biometrik dari anggota tetap G-77 khususnya China, Mesir, India, Indonesia, Malaysia, Pakistan, Afrika Selatan, Sudan, Uganda, Senegal dan Syria," demikian kawat diplomatik dari Hillary.
(anw/gah)











































