"Sebagian besar makanan yang tidak layak konsumsi penyebabnya adalah heater. Jadi ini akan kami tekankan kembali," kata Pengawas Katering PPIH Sri Ilham Lubis.
Sri menyampaikan hal itu usai mengecek kasus makanan basi yang menimpa jamaah JKS 55 di Hotel Retaj Alharam, Madinah, Jumat (3/12/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Petugas Sansur Sektor IV Desvita menyatakan heater Haedari tidak dicolokkan dan makanan langsung dibagi-bagikan kepada ketua rombongan.
Sebelum kasus Haedari, perusahaan Fatani juga menyajikan makanan yang tidak layak konsumsi karena heaternya tidak berfungsi dengan sempurna.
Sri mengaku kasus katering basi tersebut di luar dugaannya. Sebab pihaknya sudah mengumpulkan semua katering yang ditunjuk dan mewanti-wanti agar jangan sampai ada lagi kasus katering khususnya yang disebabkan masalah heater.
"Saat sampel dicek, kondisi masih bagus. Ini masalahnya di heater," kata Sri.
Mengenai sanksi kepada perusahaan katering yang menyajikan makanan basi, Sri belum bisa mengungkapkannya karena masih mengumpulkan informasi dan bukti.
"Kita akan kaji seberapa besar kelalaian katering itu sendiri. Makin besar kelalaiannya ya tentunya sanksinya makin besar," kata Sri.
(iy/mad)











































