Abbas Said Rawan Terjerat Konflik Kepentingan Jika Pimpin KY

Abbas Said Rawan Terjerat Konflik Kepentingan Jika Pimpin KY

- detikNews
Sabtu, 04 Des 2010 04:18 WIB
Jakarta - Komisi Yudisial (KY) mendapat tugas besar untuk mengawasi para hakim hingga tingkat Mahkamah Agung. Karena itu, pemangku jabatan tertinggi di lembaga tersebut tidak boleh berasal dari unsur hakim untuk menghindari konflik kepentingan.

"Bencana besar kalau jadi ketua KY, akan ada conflict of interest," kata peneliti ICW, Donal Fariz kepada detikcom, Jumat (3/12/2010).

Satu-satunya komisioner dari unsur hakim adalah Abbas Said. Dia kini menjabat sebagai salah satu hakim agung senior dari MA.

Menurut Donal, fungsi pengawasan tidak akan efektif jika KY dipimpin oleh Abbas. Semangat untuk menindak rekan seprofesinya bakal pudar, sebab faktor kedekatan emosional.

"Jadi kalau dibiarkan KY akan semakin lemah," tegasnya.

Tudingan Donal dibantah oleh anak Abbas Said, Farhat Abbas. Menurut pengacara flamboyan ini, ayahnya sejak awal tak pernah mengincar kursi ketua KY. Namun jika terpilih, dipastikan KY tetap berjalan seperti biasa, tanpa konflik kepentingan.

"Sudah jadi anggota saja sudah bagus, apalagi ketua. Ayah saya jujur, sederhana, dan obyektif. Silakan saja dicek, nggak perlu khawatir," jawab Farhat.

Farhat menjamin tak akan ada kesulitan bagi ayahnya dalam bekerja. Latar belakang hakim justru akan membuatnya semakin mudah melakukan pengawasan terhadap MA.

"Koordinasinya jadi lebih mudah," tutupnya.

Abbas terpilih menjadi komisioner KY dalam seleksi yang digelar di Komisi III DPR pada Kamis (2/12) malam. Abbas yang berprofesi sebagai hakim agung itu mendapat 42 suara dari 55 yang diperebutkan.

Β 

(mad/mad)


Berita Terkait