Katering basi ini menimpa jamaah kloter 55 Jakarta-Saudi (JKS). Nasi, lauk dan sayur untuk menu makan siang kloter tersebut sudah berlendir dan bau. Katering tersebut diproduksi oleh perusahaan katering Al Haedari.
Petugas Sanitasi dan Surveilans Sektor IV Madinah Desvita menuturkan, makanan tersebut tiba di Hotel Retaj Alharam, tempat jamaah JKS 55 menginap pukul 09.30 waktu Arab Saudi, Jumat (3/12/2010). Sekitar pukul 10.00 makanan dibagikan kepada ketua rombongan jamaah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekitar pukul 11.30, sansur sektor mendapat laporan makanan yang diterima jamaah basi. Makanan tersebut sebagian sudah ada yang dimakan jamaah. "Hingga kini untuk sementara belum ada reaksi (jamaah sakit)," kata Desvita.
Desvita memperkirakan ada 50 persen katering yang basi. Jumlah katering yang disediakan untuk JKS 55 sendiri sebanyak 266 boks.
Ketua Sektor IV Madinah Munajat menyatakan pihaknya sudah mengumumkan agar tidak ada lagi jamaah yang memakan katering tersebut.
Penanggung jawab operasional Haedari Imam Haendari Wan menyatakan pihaknya tidak pernah mengirimkan makanan basi. Ia menduga makanan menjadi rusak karena telat dikonsumsi jamaah.
"Harus dibedakan antara makanan rusak dengan basi. Kita tidak pernah memasak makanan basi," tegas Iman.
Haedari, kata Iman, juga sudah mengganti semua katering JKS 55. Haedari mengirimkan 270 box makanan baru untuk menggantikan 266 boks makanan sebelumnya.
Iman mengaku pihaknya selalu mengirimkan sampel ke Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI). Musim haji kali ini merupakan yang ketiga bagi Haedari menyediakan makanan untuk jamaah Indonesia. "Sebelumnya baik-baik saja," kata Iman.
Sementara menurut Desvita, Kamis (2/12/2010) kemarin, lebih dari 10 boks makanan dari Haedari juga basi. "Kami sudah memberi teguran dan melaporkan ke Daker," kata Desvita.
Dengan kasus makanan basi Jumat ini, maka selama pelaksanaan haji 2010 ini tercatat empat kali kasus makanan basi di Madinah.
Sebelumnya, Fatani pada Rabu (1/12/2010) juga ketahuan menyajikan makanan basi. Pada gelombang pertama, Fatani juga melakukan kasus yang sama. Sebanyak 100 jamaah saat itu sakit perut karena mengkonsumsi makanan basi tersebut.
Ketua PPIH Syairozi Dimyati menyatakan, akan memberikan sanksi dengan memotong 50 persen jatah katering Fatani. Selain itu juga untuk musim haji 2011 mendatang Fatani dipertimbangkan tidak dipakai lagi.
(iy/mad)











































