"Kalau dilihat dari olah TKP-nya, sepertinya tidak untuk diledakkan," kata Kabid Humas Polda Jateng AKBP Djihartono saat jumpa pers bersama Polres Salatiga di Salib Putih, Salatiga, Jumat (3/12/2010).
Djihartono menyatakan kejadian itu membuat keresahan di tengah masyarakat. Untuk itu, polisi berusaha sekuat tenaga mengungkap kasus tersebut agar situasi tetap kondusif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kasus ini jadi prioritas kita. Tim sudah dibentuk dan barang bukti diteliti di Labfor," jelasnya.
Berdasarkan pemeriksaan sementara, Djihartono menyatakan, penemuan bom di Klaten dan Sleman itu diduga berasal dari kelompok yang sama. Keduanya bersifat low explosive.
"Setelah dicocokkan, kemungkinannya (pelaku) sama," kata Djihartono singkat.
Sebagaimana diberitakan, bom molotov ditemukan di Pos Polisi depan RS Klaten, di tempat ibadah di Polanharjo, dan perbatasan Klaten-Sleman, pekan lalu. Belum bisa dipastikan apakah bom-bom itu milik kelompok teroris.
(try/fay)










































