"Kita tentunya ingin pelaksanaan Natal dan Tahun Baru berjalan dengan baik tertib dan aman," kata Kadivhumas Mabes Polri Irjen Pol Iskandar Hasan saat ditemui di kantornya, Jl Trunojoyo, Jaksel, Jumat (3/12/2010).
Menurut Iskandar, Mabes Polri melalui Deops Kapolri sudah memerintahkan jajarannya agar meningkatkan kewaspadaan. Hal itu dilakukan untuk memantau potensi kerawanan jelang perayaan Natal dan Tahun Baru.
"Deops Kapolri perintahkan ke seluruh jajaran untuk mewaspadai terhadap hal-hal yang demikian, terutama yang kita monitor selama ini wilayah Indonesia yang rawan terhdap ancaman bom, seperti Sumatera, Medan, Pekanbaru, Lampung, Palembang, dan tentunya di Jawa Bali," jelas Iskandar.
Iskandar mengatakan, polisi mencegah seminim mungkin terjadinya aksi-aksi yang dapat menganggu kenyamanan hari besar keagamaan. "Apalagi, seluruhnya sudah diperintahkan untuk semua mewaspadai agar tidak terjadi ledakan-ledakan bom di Natal dan Tahun Baru," tandasnya.
Sebelumnya, Polri menemukan 3 bom molotov masing-masing di Pospol lalu lintas Karang dan Pospol Simpang Empat dan di depan kapel Santa Karang low Klaten. Ketiganya ditemukan antara 06.00 WIB sampai 06.30 WIB Rabu (1/12) kemarin.
Selain itu disita juga kontainer yang mengangkut jam weker, detonator, baterai, botol minuman mineral 600 ml masing-masing lima botol, empat botol berisi bensin.
"Kalau kita lihat dari ketiganya kita perkirakan pelakunya adalah sama, apalagi dari materialnya sama. Sekarang Tim Densus Intel dan Serse baik Polda maupun Polres sedang bekerja untuk menelusuri para pelaku atau diduga pelaku," imbuh Iskandar.
(ape/mok)











































