Wapres Minta RUU Akuntan Publik Dirembug, Tak Perlu Unjuk Rasa

Wapres Minta RUU Akuntan Publik Dirembug, Tak Perlu Unjuk Rasa

- detikNews
Jumat, 03 Des 2010 16:31 WIB
Wapres Minta RUU Akuntan Publik Dirembug, Tak Perlu Unjuk Rasa
Jakarta - Wakil Presiden (wapres) Boediono meminta RUU Akuntan Publik yang kini masih digodok pemerintah dan DPR, dirembug dengan cara yang baik. Ia meminta agar pihak-pihak yang tidak puas dengan rancangan itu, tidak menunjukkan protesnya dengan menggelar unjuk rasa.

"Tolong dirembug yang baik deh, dengan cara-cara Indonesia, tidak perlu pakai demo-demo an," ujar Wakil Presiden Boediono ketika membuka Kongres XI Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (3/12/2010).

Namun Boediono mengatakan, jika ia tidak akan mengintervensi penggodokan RUU itu. "RUU saya tidak intervensi," ucapnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Boediono juga mengungkapkan dalam pembahasan RUU Akuntan Publik memang masih ada yang tidak pas. "Ada yang belum klop," katanya namun tidak menjelaskan lebih detail maksudnya tersebut.

Ketua IAI, Ahmadi Hadibroto dalam pidatonya sebelum Boediono, mengatakan jika IAI berharap pemerintah dan DPR sungguh-sungguh mengupayakan agar RUU Akuntan Publik bisa melindungi pemangku kepentingan, serta menciptakan profesi akuntan publik yang kuat.

"Harus menjamin terlindunginya kepentingan semua stake holder dan tak kalah pentingnya adalah dapat membuat profesi akuntan dapat tumbuh berkembang dan membentuk akuntan publik yang kuat," pinta Ahmadi.

Sekadar diketahui, RUU Akuntan Publik memang mendapat protes dari Ikatan Akuntan Publik Indonesia (IAPI). Pada hari Senin 29 November 2010 lalu, IAPI mendatangi gedung PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Mereka menilai RUU tersebut mengerdilkan dan membuat profesi akuntan tidak independen.

Dalam RUU itu juga diatur sanksi pidana bagi profesional yang terbukti bersalah, namun tak memuat sanksi bagi auditor, notaris atau perusahaan yang diaudit. Mereka juga mengancam akan mendemo Komisi XI DPR.

(gun/her)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini