Jadi Simbol Yogya, Sultan Sebaiknya Lepas Baju Parpol

Jadi Simbol Yogya, Sultan Sebaiknya Lepas Baju Parpol

- detikNews
Jumat, 03 Des 2010 15:40 WIB
Jadi Simbol Yogya, Sultan Sebaiknya Lepas Baju Parpol
Jakarta - Sebagai Raja Yogyakarta, Sultan menjadi simbol yang tak terpisahkan dari Daerah Istimewa Yogyakarta. Oleh karena itu Sultan diminta melepas jubah parpolnya dan menjadi simbol yang netral.

"Idealnya Sultan bukan partisan. Karena beliau simbol, kecuali keistimewaan itu tidak dipertahankan," ujar pengamat politik dari LIPI, Siti Zuhro, dalam dialog di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (3/12/2010).

Menurut Siti konflik keistimewaan Yogyakarta sudah terlalu jauh memasuki wilayah politik. Oleh karena Sultan adalah kader partai Golkar, posisi Sultan kian terpojok oleh kebijakan pemerintah pusat yang didominasi PD.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Makanya Sultan menjadi sasaran tembak karena jelas dia memakai jaket apa," kata Siti.

Siti berharap Presiden SBY memperhatikan aspirasi rakyat Yogya dalam kemajuan RUU Keistimewaan Yogyakarta. Dia berharap RUU tersebut tidak dibuat untuk kepentingan politik pemerintah yang sedang berkuasa.

"Kita benahi bukan untuk kepentingan 2014 tapi untuk kepentingan yang serius supaya tidak menjadi borok di masa yang akan datang," saran Siti.

Lebih dari itu, Siti mengatakan, seorang Presiden harusnya berkomunikasi dengan rakyatnya sebelum mengambil sikap. Dengan demikian di masa yang akan datang perdebatan serupa tidak terus terulang.

"Kalau itu dipaksakan itu sangat bahaya," katanya.

(van/ken)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads