Penggeledahan Rumah OPM, 1 Warga Ditembak Mati

Penggeledahan Rumah OPM, 1 Warga Ditembak Mati

- detikNews
Jumat, 03 Des 2010 15:15 WIB
Jayapura - Aparat gabungan TNI/Polri terpaksa menembak mati seorang warga bernama Miron Wetipo. Dia berusaha menyerang aparat saat hendak diamankan, pasca penggeledahan di salah satu rumah honay yang diduga milik anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Penembakan ini terjadi pada Jumat (3/12/2010), di BTN Puskopad Gunung, Tanah Hitam, Abepura, Jayapura. Kejadian ini dibenarkan Kapolresta Jayapura, AKBP Imam Setiawan kepada detik com, di sela-sela penggeledahan rumah honay tersebut.

Menurut Imam Setiawan, saat sedang melakukan penggeledahan di rumah honay tersebut, aparat diserang sebanyak lima warga yang bersenjatakan panah dan parang. Salah satu dari lima warga bersenjata itu, terpaksa ditembak mati aparat karena melakukan perlawanan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Anggota kami sempat memberikan tembakan peringatan. Namun karena masih melawan, terpaksa dilumpuhkan. Miron yang dilumpuhkan langsung meninggal ditempat," kata Kapolres.

Selain menembak mati satu dari lima kawanan, aparat juga mengamankan seorang lagi bernama Jack Magai. Tiga orang lainnya berhasil melarikan diri. Jack Magai kini diamankan di Polsekta Abepura, guna dimintai keterangan lebih lanjut.

Dari keterangan sementara, Kapolres, kelima kawanan ini yang dulu melakukan penyerangan kepada aparat saat penggeledahan rumah honai di Tanah Hitam, Jayapura. Mereka kabur dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Abepura Jayapura pagi tadi.

Setelah berhasil kabur, mereka hendak mengambil amunisi di rumah honai itu, namun berpapasan dengan aparat yang tengah melakukan penggeledahan.

"Jadi, mereka ini adalah narapidana yang melarikan diri. Sementara kalau ditanya apakah berkaitan dengan penembakan di Nafri? Kita lihat nanti, akan kita kembangkan kearah situ," jelas Imam.

Sementara dalam penggrebekan tersebut, aparat dengan dibantu alat detektor TNI AD, akhirnya menemukan 40 peluru kaliber 5,7 untuk senjata jenis AK dan 11 peluru untuk senjata jenis Mausser. Aparat juga menemukan dokumentasi kemerdekaan Papua.

Menurut dugaan sementara, kelompok OPM di tempat tersebut merupakan oknum yang menembaki warga saat sedang lewat di daerah Nafri, Minggu (28/11/2010) lalu, yang menewaskan seorang warga sementara empat lainnya luka-luka. Sampai saat ini, pihak aparat masih melakukan pengejaran terhadap kelompok OPM. Aparat juga masih melakukan penyisiran serta pencarian amunisi dan senjata di daerah lokasi penembakan dengan menggunakan detektor milik TNI.

(fay/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads