China sebelumnya telah menawarkan untuk menggelar pembicaraan multilateral di Beijing, China guna membahas Korut pada awal Desember ini. Namun tawaran itu ditolak pemerintah AS, Korsel dan Jepang.
Sebaliknya ketiga negara itu memutuskan untuk melakukan pertemuan di Washington, AS pekan depan. Dan China tidak diundang ikut serta. Namun pemerintah China akan memantau pertemuan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seiring situasi di semenanjung Korea sangat rumit dan sensitif, kami harap pertemuan itu untuk meredakan ketegangan dan menggalang dialog, bukannya meningkatkan ketegangan dan mengintensifkan konfrontasi," tegas Jiang.
"Kami harap ketiga negara mempertimbangkan perdamaian regional dan stabilitas serta denuklirisasi semenanjung Korea dan memberikan pertimbangan positif atas proposal China untuk pembicaraan darurat enam negara," tandasnya.
Situasi di semenanjung Korea kian memanas menyusul serangan artileri Korut ke Pulau Yeonpyeong, Korsel di dekat perbatasan kedua negara pada 23 November lalu. Serangan itu menewaskan dua warga sipil dan dua marinir Korsel.
Korsel pun mengancam akan melancarkan serangan udara jika Korut kembali menyerang wilayah Korsel.
(ita/nrl)











































