"Kita pastinya akan menggunakan Angkatan Udara untuk menyerang balik," kata Pjs Menteri Pertahanan Korsel Kim Kwan Jin di depan parlemen Korsel seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (3/12/2010).
Ditegaskan Kim, Korsel akan menggunakan haknya untuk membela diri dan menghukum penyerang secara menyeluruh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika itu militer Korsel tidak mengerahkan Angkatan Udara karena khawatir akan memperkeruh situasi. Publik Korsel pun menganggap respons tersebut lemah. Buntutnya, Menteri Pertahanan Korsel Kim Tae-young mengundurkan diri sebagai bentuk tanggung jawab atas insiden itu.
Sebelumnya, Korut dikabarkan bakal kembali melancarkan serangan artileri ke wilayah Korsel sebelum akhir tahun ini.
Hal itu diberitakan oleh surat kabar Jepang, Tokyo Shimbun seperti dilansir kantor berita Reuters, Kamis (2/12/2010). Harian tersebut mengutip sebuah sumber yang tahu soal Korut dan telah berbicara dengan seorang pejabat Korut.
Menurut sumber tersebut, Korut akan menargetkan Provinsi Gyeonggi di barat laut Korsel. Korut juga akan mencoba menghancurkan kapal-kapal tempur Korsel di Laut Kuning. Menurut Tokyo Shimbun, sumber tersebut telah berbicara dengan seorang pejabat Korut setelah serangan Korut ke sebuah pulau di Korsel pekan lalu.
Ancaman-ancaman dari Korut bukanlah hal asing. Bahkan kantor berita resmi Korut, KCNA nyaris setiap hari mengingatkan soal kehancuran Korsel.
Kepala intelijen Korsel juga telah mengingatkan bahwa Korut sangat mungkin akan kembali menyerang Korsel.
(ita/nrl)










































