"Kelihatannya bagi kami, negara yang tidak banyak disebut, khususnya di Timur Tengah, atau yang diuntungkan dari perkembangan ini adalah Israel," kata Menteri Dalam Negeri Turki Besir Atalay seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (3/12/2010).
Atalay mengatakan, perlu dilihat siapa yang diuntungkan dan dirugikan dari perilisan dokumen WikiLeaks tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Situs WikiLeaks telah merilis ribuan kabel diplomatik AS yang banyak berisi penghinaan terhadap sejumlah pemimpin dunia, termasuk Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan. Dalam kabel diplomatik itu, Erdogan disebut sebagai pemimpin yang minim "visi" dan "kedalaman analisa."
PM Erdogan pun mencetuskan bahwa kredibilitas WikiLeaks dipertanyakan. "Karena itulah kami menunggu untuk melihat apa yang muncul dari WikiLeaks. Baru kami bisa mengevaluasinya dan memberikan opini," kata Erdogan.
Sebelumnya Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad juga telah mengungkapkan keraguan akan dokumen-dokumen yang dibocorkan WikiLeaks. Menurutnya, pemerintah AS sengaja merilis material tersebut.
"Material itu tidak dibocorkan, melainkan dirilis secara terorganisir," kata Ahmadinejad.
Salah satu kabel diplomatik yang dirilis WikiLeaks menyebutkan bahwa Arab Saudi dan negara-negara Arab lainnya telah mendesak pemerintah AS untuk menyerang Iran. Tujuannya untuk menghentikan program nuklir Iran. Namun hal itu telah dibantah pihak kerajaan Saudi.
(ita/nrl)











































