Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Michael Tene mengatakan, hingga saat ini, 2.716 kasus atau 59 persen dari jumlah total, telah diselesaikan. Sisanya, masih dalam proses.
"Untuk sebarannya paling banyak di Malaysia, karena WNI kita di luar negeri ada 3.294.565, dan 42 persen di antaranya ada di Malaysia," kata Michael dalam press briefing di kantornya, Jalan Pejambon, Jakarta Pusat, Jumat (3/12/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tindak kekerasan fisik empat persen, sedang pelecehan seksual dua persen," kata Michael.
Setelah Malaysia, WNI juga paling banyak mendapat kekerasan di Arab Saudi. Di negara itu, ada 19 persen dari 3.294.565 WNI di luar negeri . "Arab Saudi jadi negara kedua terbanyak," kata Michael.
Michael juga memberi informasi tentang sejumlah kasus kekerasan WNI yang akhir-akhir ini terjadi. Misalnya Sumiati yang kondisinya kini semakin membaik. Juga Hartini di Oman, saat ini sudah dipulangkan ke Indonesia.
"Sedangkan Kikim Komalasari, proses hukum terus berjalan dan saat ini sedang direncanakan kepulangan jenazah dan 19 ABK di Afsel mereka sudah mulai dipulangkan secara bertahap," kata Michael.
(ken/vit)










































