"Memang sempat curiga, tapi tadi malam dia datang katanya kemarin pulang kampung dulu karena istrinya sakit," kata Siti Rokaya (58), nenek Ijan, balita yang menghilang sejak Jumat pekan lalu.
Hal itu disampaikan Siti saat ditemui wartawan di kediamannya, di Jl Goseng Raya Gg Haji Noim, RT 4 RW 1, Kelurahan Baru Kecamatan Pasar Rebo, Jumat (3/12/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
menjual susu kedelai, Minggu (21/11). Kedua pihak sepakat berlangganan dengan jadwal pengantaran susu setiap hari Senin dan Kamis.
"Awalnya sempat nolak, tapi nawarinnya kayak yang maksa, mau enggak mau akhirnya langganan," kata Nurhayati saat ditemui wartawan kemarin.
Sekali datang, sales tersebut membawa 0,5 gram susu kedelai seharga Rp 5.000. Pelunasan dilakukan di akhir jadwal pengantaran.
Sales itu terakhir datang justru sebelum Ijan menghilang. Namun, Senin dan Kamis sepekan diculiknya Ijan, sang pengantar tidak kunjung datang.
"Terakhir dianter Kamis minggu kemarin sehari sebelum Ijan hilang. Senin sama Kamis sekarang enggak ada," tutur Nurhayati.
Kapolsek Pasar Rebo Kompol L Sutardi menyatakan pihaknya terus melakukan penyelidikan terkait kasus dugaan penculikan terhadap Ijan.
"Seluruh informasi masih diselidiki," ujarnya saat dihubungi detikcom via telepon.
Ijan diduga diculik pria tidak dikenal saat sang nenek tengah mengangkat jemuran. Beberapa saksi mengaku melihat Ijan dibawa oleh seorag pria berusia kira-kira 40 tahunan dengan menggunakan angkot KWK 09 jurusan Kalisari-Cililitan.
Saksi juga tidak mencurigai saat Ijan digendong laki-laki tersebut, karena Ijan tidak terlihat rewel.
(ahy/mok)










































