Sultan: Tanya Rakyat Yogya Saja

RUUK DIY

Sultan: Tanya Rakyat Yogya Saja

- detikNews
Jumat, 03 Des 2010 11:22 WIB
Jakarta - Raja Yogyakarta yang juga Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X enggan berkomentar banyak tentang keputusan pemerintah untuk memilih gubernur-wagub DIY lewat pemilukada sebagaimana tercermin dalam RUU Keistimewaan (RUUK) DIY.

"Saya belum tahu kok isinya," kata Sultan saat dicegat wartawan usai mendapatkan penghargaan Ketahanan Pangan Tingkat Nasional di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta, Jumat (3/11/2010).

"Tapi Sultan kan punya hak menyatakan pendapat? " tanya wartawan. "Tanya sama rakyat Yogya saja," jawab Sultan yang mengenakan batik coklat sambil berlalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Presiden SBY pagi ini kembali bertemu dengan Sultan Hamengku Buwono (HB) X di Istana Negara. Sultan  menerima penghargaan Ketahanan Pangan Tingkat Nasional Tahun 2010.

Sultan hadir  sebagai Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta. Penghargaan ini diberikan karena Yogyakarta dianggap sebagai provinsi yang memiliki ketahanan pangan yang tinggi. Presiden juga memberikan penghargaan kepada 22 gubernur yang telah berhasil menaikkan produksi beras hingga 5 persen pada tahun 2009.

Dalam sambutan di acara tersebut, Presiden menyingung mengenai pemberitaan dirinya dengan Sultan yang selama ini terkesan berseberangan. Padahal menurut SBY hubungan mereka baik-baik saja.

"Saya dengan Sultan tidak ada apa-apa. Saya menghormati Pak Sultan, beliau juga
menghormati saya. Sabar ya, Pak Sultan," ucap SBY yang mengenakan batik hijau.
Ucapan SBY langsung disambut tawa dan tepuk tangan para hadirin, termasuk Sultan
yang mengenakan batik coklat.

Sultan juga mendapatkan penghargaan dari SBY bertepatan dengan Hari Guru Nasional pada Kamis (2/12/2010) malam di Tenis Indoor Senayan. Dua jam sebelumnya, Menko Polhukam Djoko Suyanto mengumumkan hasil rapat kabinet yang dipimpin Presiden SBY. Rapat membahas RUU Keistimewaan DIY itu menyatakan pemerintah bersikukuh untuk menjadikan Sultan dan Paku Alam di atas gubernur-wagub. Gubernur-wagub dipilih lewat pemilukada, hal yang ditentang rakyat Yogya selama ini.

(anw/nrl)


Berita Terkait