"Kalo kita dibayar dengan harga biasa lalu dengan genangan air seperti ini kita bisa rugi," kata Saleh (32) tukang ojek di perempatan jalan Budi Mulya Raya, Gunung Sahari, Pademangan, Jakarta Utara, Jumat (3/12/2010).
Menurut Saleh, para pelanggan biasanya memilih ojek karena mengetahui cara cepat untuk sampai ke tujuan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saleh menyebutkan, biasanya ia meminta tarif Rp 4.000 hingga Rp 5.000 untuk hari biasanya dengan tujuan sekitar Mangga Dua.
"Kalau sekarang kita minta Rp 7 ribu atau Rp 10 ribu tergantung jalan yang dilewati," jelasnya.
Alasan kenaikan tarifnya sederhana, yaitu untuk membeli bahan bakar yang banyak karena macet dan tambahan biaya perawatan kendaraan.
"Kalau harga Rp 4 ribu terus di jalan macet dalam genangan, harga servicenya lebih mahal dari harga ngojeknya," tuturnya.
Sementara itu, tidak hanya ojek yang ikut mendapatkan keuntungan dari naiknya genangan air di Gunung Sahari, para tukang becak juga ikut mendapatkan keuntungan.
"Kalau naik becak tinggi dan tidak bisa mogok," kata Saleh.
(fiq/mok)











































