Pantauan detikcom, Jumat (3/12/2010), keluarga Mbah Maridjan datang ke makam yang berada di Dusun Srunen, Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan, Sleman, itu, pukul 07.30 WIB. Istri Mbah Maridjan dan anaknya, Asih, bersama kerabat yang lain datang ke makam dengan menumpang 5 mobil.
Rombongan dikawal tim SAR, anggota marinir dan Banser NU. Di makam tersebut, keluarga memanjatkan doa dan tahlil bersama selama kurang lebih 15 menit. Setelah itu, mereka menabur bunga di pusara Mbah Maridjan serta keluarga lainnya yang meninggal saat erupsi Merapi 26 Oktober lalu. Salah satu makam yang juga ditaburi bunga adalah makam Udi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah sekitar satu jam berada di makam, keluarga Mbah Maridjan pun pulang. Karena rumahnya hancur diterjang wedhus gembel, mereka kini tinggal di rumah salah satu kerabat di kawasan Ngemplak, Sleman, yang jaraknya sekitar 20 km dari puncak Merapi.
Di sekitar makam Mbah Maridjan banyak batang pohon yang tumbang dan belum dibersihkan. Dahan dan ranting pohon membuat para pengunjung makam harus menunduk jika akan memasuki area makam.
(vit/irw)
Hoegeng Awards 2025
Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini