Kedua orangtua korban, Andjar Gifari (26) dan Nurhayati (25), sudah sepekan meninggalkan rutinitas sehari-hari. Perusahaan donat tempat Andjar bekerja memberikan toleransi terkait musibah yang menimpa karyawannya itu.
Pun dengan Nurhayati, sehari-hari dia biasa menghabiskan waktunya dengan menjaga meja kasir di sebuah restoran cepat saji di bilangan Pondok Gede, Jakarta Timur, kini harus mengganti rutinitasnya dengan mencari anak pertamanya itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya enggak akan masuk kerja sebelum anak saya ketemu," tuturnya.
Sebagai anak pertama, Ijan dikenal lugu dan tidak rewel. Dia mudah akrab meski orang tersebut baru dikenalnya.
Andjar terus berkeliling menyebarkan foto kopi selembaran yang memuat foto sang anak. Mereka rela berjalan kaki berjam-jam hanya untuk mencari perkembangan informasi mengenai anaknya itu.
Ditemui di tempat sama, Ketua RT 4, Maryono, mengatakan, sejak peristiwa penculikan Ijan terjadi di wilayahnya warga mengaku was-was karena tak ayal di daerahnya itu banyak anak kecil.
"Kalau ada orang yang keliatan baru mereka suka curiga," kata Maryono.
Guna menenangkan warga yang takut kejadian yang dialami Andjar dan Nurhayati menimpa warga lainnya, dia meminta warganya untuk tetap waspada.
"Sekarang patroli siang disiagakan agar kejadian kemarin enggak terulang di sini," ujarnya.
Ijan diketahui hilang sejak Jumat (26/11) pekan lalu saat di tinggal sang nenek mengangkat jemuran. Beberapa saksi mata melihat seorang laki-laki berperawakan sedang dengan mengenakan baju kaos berkerah, celana pendek, dan sendal jepit, menggendong Ijan dan membawanya dengan angkot KWK 09 jurusan Kalisari-Cililitan. (ahy/irw)










































