Kejaksaan Didesak Usut Keterlibatan Sandiaga Uno dalam Kasus Korupsi

- detikNews
Kamis, 02 Des 2010 14:46 WIB
Jakarta - LSM Laskar Empati Pembela Bangsa (LEPAS) mendesak Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk mengusut kasus korupsi yang melibatkan pengusaha Sandiaga Uno dan pejabat Pertamina. Dalam kasus yang telah ditangani Polda Metro Jaya ini, diketahui Sandiaga selalu mangkir dari pemeriksaan.

"Kenapa ini tidak diperiksa? Dan selalu mangkir? Kami dapat informasi kalau Sandiaga Uno dilindungi oleh oknum pejabat. Saya tahu pejabatnya, tapi tidak etis untuk diomongkan," terang Ketua LEPAS, Eggi Sudjana.

Hal ini disampaikan Eggi saat bertemu dengan Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Babul Khoir Harahap di Kejagung, Jl Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Kamis (2/12/2010).

Kasus yang menyeret Sandiaga ini sebenarnya telah dilaporkan ke Polda Metro Jaya, dengan tuduhan penggelapan dan penipuan terkait pemalsuan dokumen. Dalam hal ini, petinggi PT Pandanwangi Sekartaji (PWS), Stefanus Ginting selaku Komisaris telah ditetapkan sebagai tersangka terkait pidana pemalsuan HGB (Hak Guna Bangunan) terkait pembangunan Depo Minyak di Balaraja, Tangerang, Banten.

Selain itu, enam orang saksi dari pihak pelapor, Edward Soeryadjaya, Pertamina, dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) telah diperiksa. Dari keterangan salah satu saksi, disebutlah nama Sandiaga Uno.

Maka Polda Metro pun memanggilnya untuk diperiksa sebagai saksi. Namun, Sandiaga selalu mangkir dari panggilan pemeriksaan terkait kasus yang diduga merugikan negara sebesar 6,4 juta dollar AS ini.

Terhadap hal ini, Eggi sebagai pemerhati hukum, merasa curiga. Dia menduga ada pejabat tinggi yang melindungi Sandiaga.

"Nah untuk Kejaksaan Agung yang baru ini, mau tidak menanyakan posisi hukum untuk memeriksa perkara ini? Sehingga beking-bekingnya tidak dibenarkan lagi," tuturnya.

Eggi menilai, Sandiaga memiliki masalah serius, yakni kebohongan publik dan pemalsuan dokumen soal tanah. Maka dari itu, Eggi mendesak agar semua ini diusut oleh Kejaksaan.

"Nah tujuan saya datang ke sini karena saat ini baru terpilihnya Jaksa Agung yang baru, ada harapan yang yang baru. Maka dengan hormat pada pihak Kejaksaan, untuk bertindak tegas, dan mensikapi ini sesuai prosedur hukum yang berlaku," tandasnya.Sementara Sandiaga Uno belum bisa dikonfirmasi karena sedang meeting. "Pak Sandi sedang meeting, belum bisa diganggu," kata orang dekat Sandiaga yang keberatan disebut namanya. (nvc/mok)