"Kita ambil opsi dikurangi," kata Direktur Pelayanan Haji Zainal Abidin Supi di Kantor Misi Haji Indonesia Madinah, Kamis (2/12/2010).
Kepala Daerah Kerja Madinah Subakin Abdul Muthalib sebelumnya merekomendasikan dua hal menyikapi kasus katering basi yang kembali terjadi di Madinah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Zainal menjelaskan, opsi pengurangan jatah penyediaan katering diambil karena dari penelitian diketahui jatah yang harus disediakan Fatani terlalu banyak. Selain itu juga makanan basi tersebut belum sempat dikonsumsi jamaah.
Fatani, lanjut Zainal, juga sudah berusaha memperbaiki diri dengan mengganti pemanasnya (heater) setelah mendapat teguran keras karena menyajikan makanan basi pada gelombang pertama. Menurut Supi, dalam kasus makanan basi yang terjadi Rabu (1/12) kemarin hanya lima boks yang basi, sementara yang disedikan untuk jamaah kloter 7 Banjarmasin sebanyak 450 boks.
"Ini memang kasuistis dan tidak sempat dimakan oleh jamaah sehingga tidak sampai berdampak diare," kata Supi.
Saat ditanya berapa persen jatah Fatani yang akan dikurangi, Supi belum bisa memastikannya. Ia menyatakan pihaknya masih akan melakukan komunikasi terlebih dulu dengan pihak katering.
"Kita tak bisa sepihak kita harus kompromikan. Tapi kira-kira yang bisa diterimalah oleh semua pihak," ujar Supi.
(iy/mok)











































