Menghadapi situasi ini, tak hanya kaum laki-laki, perempuan pun diminta untuk berjuang bersama meneruskan perjalanan bangsa ini.
"Saat ini kita dihadapkan pada situasi di mana geliat arus globalisasi itu sangat tinggi yang membuat proses reformasi yang sedang kita tempun belum usai," ujar Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Din Syamsuddin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Din membuka sidang lewat rekaman video lantaran saat ini ia sedang
berada di Amerika Serikat untuk menghadiri pertemuan tokoh lintas agama.
Sebagai gerakan dakwah wanita Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiah diharapkan mampun menjadi pionir untuk membuka cakrawala wanita Indonesia. Terlebih saat ini upaya menciptakan kesetaraan gender terus dilakukan.
"Maka itu dalam hal ini kita punya tanggung jawab melalui dakwah
untuk bersama-sama menghadapi berbagai masalah ini. Tantangan dakwah Muhammadiyah ke depan semakin berat, dan itu salah satu tugas Muhammadiyah sebagai gerakan pencerahan," jelas Din.
Din menambahkan, banyak hal bisa dilakukan oleh wanita-wanita Muhammadiyah ini, untuk membantu mewujudkan kesetaraan gender bagi perempuan-perempuan Indonesia.
"Saya berharap sidang ini mampu merumuskan langkah yang strategis bagi pemberdayaan perempuan di Indonesia termasuk dalam bidang ekonomi dan politik," ucapnya.
Menghadapi tuntutan zaman yang makin tak terbelenggu, lanjut Din, Indonesia masih terlihat gamang sekali. Hal ini dapat dilihat dari semakin hilangnya moral bangsa karena prilaku korupsi yang semakin meningkat.
"Ditambah lagi banyaknya mafia ini itu, dan penegakan hukum semakin amburadul. Dan saya melihat pemberantasan korupsi hanya sebatas retorika belum sampail pada kehidupan nyata," sindri Din.
"Dan ini sangat mencederai hati rakyat dan negara di tengah pencapaian reformasi yang optimal," tegasnya.
Maka itu, Din menyarakan agar masyarakat Indonesia tidak lagi menunggu untuk memperbaiki keadaan ini. Kepada kaum wanita Muhammadiyah dan wanita Indonesia lainnya, Din mengajak bersama-sama bangkit untuk Indonesia yang lebih baik.
"Partisipasi kaum muda juga bisa dibangkitkan untuk harapan yang lebih baik," tutup Din mengakhiri sambutannya.
(lia/lrn)











































