"Siang ini kita fokus pada pencarian korban dan bukan pada pengangkatan pesawat," ujar Kepala Humas Basarnas Gagah Prakoso kepada detikcom, Kamis (2/12/2010).
Menurut Gagah, pihaknya akan menggunakan helikopter untuk menyisir daerah sekitar lokasi jatuhnya pesawat. "Menggunakan heli sangat efektif untuk mencari korban di atas permukaan air," kata Gagah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini lakukan terus karena jasad yang mengambang selama 3 hari akan kembali tenggelam karena sudah berat," jelasnya.
Seperti diketahui, pesawat latih TB 10 dengan nomor register PK-AGN dikemudikan oleh RM Faruki, siswa kursus penerbangan angkatan 62 Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) jatuh di perairan Merak.
Lokasi jatuhnya pesawat diketahui terletak pada titik S.05.58.876 E.106.08.460 dengan kedalaman 12 meter.
(fiq/fay)










































