"Ya jelas keberatanlah. Aneh-aneh saja ini pemerintah," ujar Sandi, pengusaha warteg di Jl Sriwijaya Raya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (2/12/2010).
Menurut Sandi, penghasilan para pengusaha warteg tidak sebesar yang dibayangkan selama ini. Apalagi pembeli tidak selalu ramai.
Β
Sandi juga menambahkan, wartegnya baru buka 2 bulan yang lalu. Setiap seminggu sekali wartegnya selalu ditagih Rp 10 ribu oleh pengurus RT dan RW sekitar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita juga bayar uang iuran per dua minggu Rp 10 ribu sama pengurus RT dan RW sekitar," kata Dira.
Dira mengatakan, sehari dia mendapat penghasilan Rp 500 ribu-700 ribu. Sebulan dia bisa mengantongi Rp 3 juta. "Setahun Rp 36 juta," imbuh dia.
(nik/fay)











































