Pengusaha Warteg Keberatan Jika Ditarik Pajak

Pengusaha Warteg Keberatan Jika Ditarik Pajak

- detikNews
Kamis, 02 Des 2010 09:59 WIB
 Pengusaha Warteg Keberatan Jika Ditarik Pajak
Jakarta - Pengusaha warteg keberatan dengan rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang akan menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan menarik pajak restoran dari warung-warung nasi itu. Mereka beralasan pembeli di warteg belum tentu ramai.

"Ya jelas keberatanlah. Aneh-aneh saja ini pemerintah," ujar Sandi, pengusaha warteg di Jl Sriwijaya Raya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (2/12/2010).

Menurut Sandi, penghasilan para pengusaha warteg tidak sebesar yang dibayangkan selama ini. Apalagi pembeli tidak selalu ramai.
Β 
Sandi juga menambahkan, wartegnya baru buka 2 bulan yang lalu. Setiap seminggu sekali wartegnya selalu ditagih Rp 10 ribu oleh pengurus RT dan RW sekitar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal yang sama juga disampaikan Dira (57) pengusaha warteg di sekitar Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Menurut Dira, harga sembako saat ini tergolong mahal. Apalagi pembeli makanan dan minuman di wartegnya belum tentu ramai.

"Kita juga bayar uang iuran per dua minggu Rp 10 ribu sama pengurus RT dan RW sekitar," kata Dira.

Dira mengatakan, sehari dia mendapat penghasilan Rp 500 ribu-700 ribu. Sebulan dia bisa mengantongi Rp 3 juta. "Setahun Rp 36 juta," imbuh dia.

(nik/fay)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads