SBY Harus Hindari Bicara Retorika, Masyarakat DIY Butuh Kejelasan

SBY Harus Hindari Bicara Retorika, Masyarakat DIY Butuh Kejelasan

- detikNews
Kamis, 02 Des 2010 05:11 WIB
SBY Harus Hindari Bicara Retorika, Masyarakat DIY Butuh Kejelasan
Jakarta - Bagi kalangan Seniman Yogyakarta, pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tentang kata 'Monarki' menjadi perdebatan dan multi tafsir di kalangan masyarakat. SBY disarankan untuk tidak menggunakan kata retoris dan langsung berbicara pada inti permasalahan.

"Rakyat tidak butuh kata indah dan retorika, mereka butuh kejelasan dan maunya sepertinya apa?" ujar Sekjen Forum Komunikasi Seniman Tradisi se-DIY, Bondan Nusantara saat dihubungi detikcom, Rabu (1/12/2010).

Bondan menerangkan, ketika sudah bisa mengemukakan maksud yang sebenarnya dengan sangat jelas, maka Bondan menyarankan SBY agar membiarkan rakyat yang menilai perkataan dari SBY.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Presiden SBY harus tegas dan jelas apa yang dimaksud Monarki," kata Bondan.

"Nanti tinggal lihat rakyatnya apakah menolak atau mau saja," tambahnya.

Bondan melanjutkan, kata 'Monarki' yang digunakan oleh SBY untuk menggambarkan Yogyakarta dinilai sebagai ucapan yang kasar. Bondan mengharapkan SBY dapat bersikap bijak untuk mengerti keinginan masyarakat Yogyakarta.

"Di sini bukan pemerintahan monarki karena semua orang bebas keluar masuk di
Yogyakarta," jelasnya.

Seperti diketahui, pada hari ini, sekitar pukul 14.00 WIB SBY direncanakan akan berpidato usai melakukan rapat kabinet paripurna membahas
empat hal yaitu RUU Pemda, RUU Pilkada, RUUK DIY dan RUU Desa.

"Presiden akan memberikan pernyataan, termasuk di dalamnya menjelaskan kembali tentang RUUK DIY," jelas Julian pada Rabu (1/12) kemarin.

Apakah Presiden akan mengklarifikasi statemennya pada 26 November? "Tidak, tapi akan menjelaskan lagi secara utuh. Biar publik memahaminya secara lengkap dan utuh," jawab Julian.
(fiq/ape)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini