sungguh bukan perkara mudah. Alasannya, harus ada ketersediaan alokasi dana
persetujuan tokoh agama.
"Harus ada dalam APBN, kalau tidak kasihan para Kalapas, karena biaya perawatan
bilik tidak murah," tutur Patrialis usai menghadiri acara peringatan hari Aids
sedunia di Kemenkumham, Jl Rasuna Said, Jaksel Rabu (1/12/2010) malam.
Besarnya biaya untuk mengurusi bilik cinta di lapas tersebut, lanjut Patrialis,
karena kasur atau sprei-nya harus tiap hari diganti. Ini diperlukan guna
menghindari potensi menjalarnya virus HIV.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
pandangan mereka," terang politisi dari Partai Amanat Nasional ini.
Patrialis juga melihat jika wacana untuk mendirikan bilik cinta tersebut asal
direalisasikan saja, maka besar kemungkinan untuk terjadi pelanggaran. Salah
satu potensi yang paling besar adalah komersialisasi bilik tersebut.
"Tidak mungkin tidak ada komersialisasi. Bilik itu kan perlu dijaga, pasti ada
pungutan-pungutan." kata Patrialis Akbar
Sebelumnya wacana untuk membangun bilik cinta ini mengemuka ke publik. Salah
satu pendukungnya adalah Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso yang sepakat dengan
ide yang cukup unik tersebut. Atasnama kemanusiaan, Priyo justru mendesak
KemenkumHAM segera merealisasikan ide tersebut.
"Ini adalah mengenai pemenuhan kebutuhan biologis yang sangat manusiawi karena
itu saya mendukung agar ruang seks itu dibangun di LP kita supaya LP kita itu
memang wajah yang sangat manusiawi tempat untuk pelatihan jadi orang yang
baik," ujar Priyo sebelumnya.
(fjr/fiq)










































