"Kalau memang akan dibuat ruang itu, maka kasurnya harus selalu diganti dong. Kalau tidak diganti potensi penyebaran HIV akan sangat besar," ujar Patrialis.
Hal tersebut disampaikannya dalam sambutan acara peringatan hari AIDS sedunia di Kemenkum HAM, Jl Rasuna Said Jakarta Selatan, Rabu (1/12/2010) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini menjadi kekhawatiran, 20 persen yang dites mengidap HIV," terang Patrialis.
Dari pihak Ditjen Pemasyarakatan sendiri belum memiliki data pasti tentang jumlah total di lapas seluruh Indonesia. Selain itu faktor yang menyebabkan tingginya angka pengidap HIV di lapas adalah buruknya sanitasi pada rutan yang mengalami overkapasitas.
Patrialis juga mengakui bahwa pihaknya berada dalam posisi yang dilematis, dalam menguirangi HIV di lapas ini. Jika seorang narapidana diperbolehkan pulang untuk berhubungan dengan pasangannya, untuk sementara, maka pasangan tersebut kemungkinan dapat tertular penyakit tersebut.
"Tentunya kita semua menyayangi keluarga kita kan. Kami juga tidak ingin keluarga warga lapas menjadi tertular," tandasnya.
(fjr/ape)











































