Demo 7 Jam, 'Bendera' Akhirnya Tinggalkan Gedung KPK

Demo 7 Jam, 'Bendera' Akhirnya Tinggalkan Gedung KPK

- detikNews
Rabu, 01 Des 2010 21:03 WIB
Demo 7 Jam, Bendera Akhirnya Tinggalkan Gedung KPK
Jakarta - LSM Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera) melakukan demonstrasi hampir tujuh jam lamanya di depan Kantor KPK. Mereka akhirnya membubarkan diri setelah dua kali diajak negosiasi oleh aparat Kepolisian.

Rombongan Bendera yang berjumlah sekitar 30 orang ini datang ke kantor KPK sekitar pukul 12.00 WIB tadi. Mereka menuntut pimpinan KPK terpilih, Busyro Muqqodas untuk menandatangani pernyataan sikap untuk mengusut tuntas skandal Century di atas materai Rp 6.000,.

"Skandal Century sudah terhitung satu tahun lebih menjadi tontonan masyarakat yang hanya menjadi pepesan kosong," kata Mustar Bona Ventura salah seorang aktivis Bendera saat berorasi di depan kantor KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (1/12/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Awalnya semua berjalan lancar-lancar saja. Namun sampai hari menginjak petang, rombongan pendemo masih saja 'keukeuh' bertahan di pintu masuk KPK sebelah selatan, sembari tetap melancarkan orasi.

Pihak kepolisian mencoba membubarkan dengan paksa karena aksi telah melewati aturan batas waktu berunjuk rasa yang berakhir pada pukul 18.00 WIB. Namun massa Bendera menolak beranjak meski energi mereka sudah tidak sebesar ketika siang hari.

Setelah mendapat himbauan kedua, akhirnya rombongan pendemo dari LSM Bendera mau membubarkan diri sekitar pukul 18.50 WIB. Mereka masuk ke sebuah bis yang telah disiapkan oleh Polres Jakarta Selatan.

Sebelum membubarkan diri mereka mengatakan besok akan kembali lagi dan menginap sebelum Busyro Muqqodas menandatangani surat pernyataan untuk
Menanggapi niatan mereka untuk kembali berdemo esok, Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Gatot Edi yang ada di lokasi, mengatakan pihaknya siap saja.

"Sepanjang itu dilakukan dengan baik kita akan melayani, tapi kalau mereka akan menginap nanti kita akan ingatkan kalau unjuk rasa itu ada batas waktunya," kata Kombes Gatot Edy kepada wartawan.

(fjr/ape)


Berita Terkait